Tommy Datam. S.kom

Selamat datang, selamat menikmati, Kami akan memberikan Informasi yang terpercaya dan tepat akuran, sehingga dapat memberikan manfaat bagi setiap orang yang membacanya.

Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam hidup anda buatlah diri anda berharga bagi orang lain, kekayaan seseorang bukan di nilai dari harta yang dia miliki di dunia, tapi kekayaan seseorang dilihat dari seberapa besar berharganya diri kita untuk orang lain.

Selamat datang di blog ini, silakan menikmati informasi yang kami sajikan untuk anda silakan Klik Iklan di bawah ini
readbud - get paid to read and rate articles
Berita Terhangat ada disini
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2010

Tak Lakukan Seks Bebas, 70 Ibu Rumah Tangga Surabaya Positif HIV/AIDS

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Sebanyak 70 ibu rumah tangga di Surabaya tercatat positif menderita HIV/AIDS selama sembilan bulan terakhir pada tahun 2010 ini. Kasi Program Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Surabaya, Ponco Nugroho, Rabu mengatakan, banyaknya ibu rumah tangga yang terjangkit virus ini, memang sempat mengejutkan karena banyak yang mengaku tidak pernah melakukan hubungan seks bebas dengan penderita HIV/AIDS.
"Awalnya memang sulit dipercaya, tapi setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya seperti itu. Sebab penularan virus ini tidak hanya dari hubungan seks bebas saja, namun bisa melalui jarum suntik yang tidak steril. Justru itulah yang kita khawatirkan," ujarnya.
Ia menceritakan, pernah ada pasien seorang ibu rumah tangga yang tidak percaya mengidap positif HIV/AIDS. Namun, ketika menjalani konseling, ternyata sang ibu mengaku pernah disuntik saat menderita sakit. Koordinator Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI) RSU dr Soetomo, dr Erwin Astha Trijono, SpPD mengungkapkan, banyaknya ibu rumah tangga yang terjangkit HIV/AIDS karena sosialisasi terhadap mereka yang sangat minim.
"Tidak adanya sosialisasi kepada para ibu rumah tangga tentang penularan HIV/AIDS menjadi salah satu faktor rentannya terjangkit virus. Jadi, inilah tugas kita para dokter maupun instansi terkait untuk menindaklanjuti dan selalu menyosialisasikannya," terang dia.
Karena itulah, pihaknya berharap adanya edukasi atau pendidikan sosialisasi kepada siapa saja, termasuk ibu rumah tangga. Kata dia, selama ini pendidikan penanggulangan HIV/AIDS mayoritas dilakukan terhadap remaja dan instansi tertentu. "Padahal siapa saja bisa tertular. Ini yang harus difahami dan dimengerti semuanya. Kami harap yang tertular bisa diminimalisasi lagi," tukas ahli penyakit dalam tersebut.
Data di Dinas Kesehatan, kelompok yang rentan terkena virus HIV/AIDS ini adalah orang dengan mobilitas tinggi (sipil maupun militer), perempuan, remaja, anak jalanan, pengungsi, ibu hamil, penerima transfusi darah, maupun petugas kesehatan sendiri.
Erwin juga mengatakan, saat ini sudah ada obat bagi penderita HIV/AIDS. Untuk dewasa dalam bentuk tablet, sedangkan anak-anak dalam bentuk sirup. "Syaratnya, harus diminum sesuai aturan dan tidak boleh terlambat. Tapi, virus ini bisa disembuhkan kok, sama seperti penyakit lainnya," tuturnya menjelaskan.



Minggu, 24 Oktober 2010

Obat Osteoporosis Sebabkan Patah Tulang?

Liputan6.com, London: Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum lama ini mengeluarkan peringatan terhadap obat yang digunakan untuk mencegah tulang rapuh atau osteoporosis karena justru dapat meningkatkan risiko patah tulang. FDA menambahkan, semua obat dalam kelas bifosfonat ini harus menyantumkan peringatan pada label bahwa obat tersebut memiliki efek samping yang tidak biasa.

Untuk diketahui, bifosfonat diberikan kepada lebih dari setengah juta pasien dalam upaya memperkuat tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Di Inggris, hanya satu obat bifosfonat, yakni alendronate dicurigai termasuk dalam peringatan tersebut. Namun, pihak berwenang masih meneliti untuk memastikan kebenarannya.

Hampir tiga juta orang di Inggris mengalami osteoporosis. Kondisi tulang rapuh ini menyebabkan pula sekitar 230 ribu orang mengalami patah tulang tiap tahun.(ANS/BBC)




Awas, Ada Kandungan Berbahaya di Teh Herbal

Liputan6.com, London: Anda harus berhati-hati mengonsumsi teh herbal. Diduga, teh herbal memiliki kandungan sibutramine yang berbahaya. Herbal dipasarkan sebagai minuman yang berfungsi menurunkan berat badan, namun telah ditarik di pasaran Eropa dan Amerika Serikat. Demikian laporan Badan Pengawas Obat dan Produk Kesehatan Amerika Serikat (MHRA) yang dirilis, belum lama ini.

Penelitian terhadap teh Payouji dan kapsul Pai You Guo Slim yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat Inggris mengungkapkan herbal mengandung sibutramine yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Lantaran itulah, herbal ditarik dari pasar AS dan Eropa sejak Januari 2010.

Sibutramine pertama kali disetujui sebagai obat antiobesitas pada 1997. Namun, data penelitian terbaru menunjukkan tingkat serangan jantung dan stroke sangat tinggi di antara orang yang mengonsumsi sibutramine.

Badan Pengawas Obat Inggris menyatakan, setiap produk yang mengandung sibutramine dianggap berbahaya bagi kesehatan manusia. Kandungan tersebut tidak hanya meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kejang, serangan jantung atau stroke. Tapi, juga dapat mengganggu fungsi kerja obat-obatan lainnya.(ANS/BBC)




Bahaya Asap Rokok Mengintai Penghuni Apartemen

Liputan6.com, Los Angeles: Berhati-hatilah apabila Anda memiliki tetangga yang merokok. Para perokok pasif saat ini semakin rentan terhadap penyakit yang diakibatkan oleh asap rokok dari perokok aktif. Bahkan, apartemen-apartemen di Amerika Serikat, tampaknya sudah tidak aman lagi bagi para warga yang tidak merokok.

Para peneliti di Roswell Park Cancer Institute, belum lama ini meneliti dampak dari rokok yang diakibatkan oleh lingkungan atau tetangga. Mereka menganalisis data kualitas udara dari 30 apartemen dalam 11 bangunan. Temuan menunjukkan bahwa asap rokok dapat melakukan perjalanan di lorong-lorong apartemen. Jumlah asap rokok yang menyebar tergantung pada beberapa faktor, di antaranya ventilasi dan jarak antara ruangan.

Brian King, pemimpin tim peneliti mengatakan, "Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang tinggal di gedung apartemen sangat rentan terhadap asap rokok di rumah mereka." Para peneliti mengatakan pula, pemerintah shearusnya menyediakan bangunan antirokok untuk mengurangi risiko terkena penyakit dan melindungi warganya yang tidak merokok.(ANS/Xinhua)




Rahasia Jantung Sehat

24/10/2010 10:52 | Kesehatan
Liputan6.com, Jakarta: Ingin memiliki jantung yang sehat dengan cara alami? Anda cukup melakukan empat langkah mudah untuk mendapatkan jantung yang sehat. Yayasan Jantung Amerika melaporkan bahwa sekitar delapan juta perempuan di AS saat ini hidup dengan penyakit jantung. Banyak faktor yang berkaitan dengan penyakit jantung seperti merokok, konsumsi alkohol, aktivitas fisik, dan obesitas. Berikut empat tips untuk membantu mencegah penyakit jantung:

1. Pelajari CPR (Cardiopulmonary resuscitation)
Tahukah Anda bahwa CPR sangat efektif pada penderita serangan jantung karena hal ini dapat menyelamatkan kehidupannya. CPR dapat mepertahankan hidup seseorang sampai 80 persen.

2. Batasi alkohol
Meskipun alkohol dapat menurunkan risiko penyakit jantung, tetapi minum terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan gagal jantung atau stroke, kontribusi trigliserida yang tinggi, jantung berdebar-debar, obesitas, alkoholisme, bahkan bunuh diri dan kecelakaan. Minumlah satu atau dua kali per hari untuk kesehatan jantung yang optimal.

3. Berjalan santai
Jalan santai merupakan cara sederhana untuk memelihara jantung sehat. Berjalan kaki 30 menit dapat meningkatkan kesehatan jantung Anda serta menangkal obesitas, diabetes dan osteoporosis.

4. Kurangi makanan berlemak
Konsumsi makanan yang digoreng, dipanggang dan margarin berlebih dapat meningkatkan kolestrol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik Anda (HDL). Menghindari makanan berlemak dapat mengurangi resiko terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2




Kamis, 21 Oktober 2010

Jakarta Bentuk Lembaga 911

Jakarta, Kominfo Newsroom -– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memiliki lembaga 911, yaitu sebuah lembaga pertolongan pertama bagi pasien, sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis, cukup menghubungi nomor 911 dan petugas pun akan langsung datang.
''Ini merupakan lembaga baru di Indonesia seperti 911 yang dimiliki Amerika Serikat atau 000 milik Australia,'' kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Jakarta, Minggu (15/11).
Memang diakuinya bahwa tidak semudah membalikkan telapak tangan dalam membentuk lembaga yang memiliki tugas dan fungsi sangat berat ini. Apalagi ini baru pertama kali akan ada di Indonesia.
Untuk mewujudkannya, Pemprov DKI akan memulai dengan menggelar pelatihan dan sertifikasi bagi SDM yang akan terlibat di dalamnya. Pelatihan tersebut pertama kali akan dipercontohkan melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Gubernur mengatakan, tenaga kesehatan khusus pertolongan pertama memang belum terpenuhi, tapi itu akan dibentuk sesegera mungkin. Namun sebelumnya harus ada sertifikasi bagi mereka melalui berbagai pelatihan. SDM-nya bisa diambil dari tenaga medis maupun non medis, seperti tenaga UKS, puskesmas, maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana.
''Alan gkah baiknya tenaga medis di sekolah mempunyai sertifikasi. Begitu juga di unit Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana serta puskesmas, dibutuhkan tenaga profesional dalam pertolongan pertama agar rujukannya jelas,'' katanya.
Saat ini bentuk pelatihannya akan dikonsep dengan matang agar jika beroperasi hasilnya maksimal. ''Paling tidak dalam rentang waktu 1-2 tahun mendatang sudah ada pelatihan tersebut. Namanya first responder, jadi mereka adalah perespon pertama dalam suatu kejadian yang tak terduga,'' katanya menambahkan.
Untuk mewujudkan wacana tersebut, pihaknya akan bekerja sama dengan Medic One, yaitu sebuah institusi pemegang lisensi langsung dari Australia untuk tenaga medis pertolongan pertama.
Manajer operasional Medic One, Savitri Wirahadikusumah, mengatakan, sebuah negara harus memiliki jaringan keselamatan darurat (emergency safety net) sehingga tidak ada kepanikan dalam usaha penyelamatan pertama. Tim penolong pertama ini tidak harus memiliki background medis, namun dapat dilatih menjadi first responder dan telah memiliki sertifikasi.
''Saya dan Gubernur berharap apabila ada keadaan emergency di Jakarta, walau Jakarta belum memiliki nomor respon darurat, tapi paling tidak setiap orang mengerti first aid dan memiliki skill tersebut,'' kata Savtri.
Saat ini sedang digodok konsep pelatihan yang tepat untuk Jakarta. Setidaknya, ia akan memulai pelatihan melalui tenaga kesehatan di sekolah, sehingga jika ada siswa yang sakit cukup parah, paling tidak guru atau siswa senior dapat memberikan pertolongan pertamanya sebelum dibawa ke rumah sakit.
Selama ini yang sering terjadi adalah, saat dibawa ke rumah sakit, kondisi pasien sudah dalam keadaan parah sehingga terkadang pihak rumah sakit tidak bisa melakukan treatment lebih jauh.
Selain UKS, tenaga medis puskesmas pun akan mendapatkan pelatihan sebab puskesmas merupakan garis terdepan bidang kesehatan sehingga mereka memerlukan tim yang siap untuk kondisi emergency. Demikian halnya petugas Dinas Pemadam Kebakaran karena mereka tidak hanya mampu memadamkan api tapi juga harus piawai dalam mengevakuasi para korbannya.
Pelatihan penolong pertama terdiri dari first aider dan first responder. First aider adalah pelatihan untuk pertolongan pertama, sedangkan first responder diperuntukan bagi tingkat lebih tinggi dan telah berseritifikasi Emergency Medical Responder (EMR).
Pelatihan ini bernama Emergency Medical Responder and First Aid Trainning. Usai pelatihan rencananya akan ada sebuah tes bagi pesertanya. Bagi yang lulus akan mendapatkan sertifikat resmi dari Australia Registry Emergency Medical Technician (AREMT). (beritajakarta.com /toeb)



18 Balita di Kota Bekasi Mengidap HIV

Bekasi, Kominfo Newsroom -- Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menyatakan sebanyak 18 anak Bawah Lima Tahun (balita) di wilayah setempat dinyatakan positif mengidap penyakit HIV.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Retni Yonti mengatakan di Bekasi, Minggu (29/11), data tersebut merupakan informasi terakhir yang didapat pihaknya melalui sejumlah Rumah Sakit (RS) di wilayah setempat.
''Mayoritas penularan penyakit tersebut di dapat pasien dari orang tuanya saat masih berada dalam kandungan. Sebagian lagi terdeteksi pada usia tiga tahun,'' katanya.
Gejala penyakit HIV pada balita, menurut dia, dapat terlihat dari gejala awalnya sering buar air besar dan tidak kunjung sembuh.
Ia meminta perhatian kaum ibu untuk mewaspadai jika ada balita yang memiliki gejala serupa. ''Kaum ibu perlu mewaspadai gejala tersebut meski tidak mutlak merupakan penyakit HIV, guna antisipasi dini,'' ujarnya.
Dikatakan Retni, pasangan suami istri yang rentan penyakit HIV disarankan secara rutin memeriksakan dirinya ke RS guna pencegahan. Sementara bagi ibu hamil yang mengidap HIV, disarankan agar proses persalinan melalui operasi sesar agar bayi tidak tertular.
''Ini dilakukan untuk mengontrol penyebaran virus tersebut, karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun virusnya bisa dihambat perkembanganya ke stadium lebih tinggi dengan cara memberi obat,'' ujarnya.
Terkait penyakit AIDS, kata dia, di Kota Bekasi terdapat sedikitnya 579 pasien dalam proses perawatan. Penderita umumnya tidak tahu bahwa dirinya mengidap virus tersebut dan bingung untuk berobat.
''Terbanyak mengidap HIV dari kalangan pemakai narkoba. Orang-orang yang beresiko seharusnya mau memeriksakan diri ke rumah sakit,'' katanya.
Kendati demikian, Retni mengakui progam penanganan HIV/AIDS belum sepenuhnya berjalan dengan baik akibat terbatasnya klinik layanan HIV/AIDS di Kota Bekasi.
Beberapa rumah sakit, klinik atau Puskesmas yang menangani HIV/AIDS diantaranya Klinik VCT, RSUD Kota Bekasi, RS Ananda, Puskesmas Pondok Gede, klinik Mitra Sehati, Puskesmas Jatiasih, Puskesmas Bintara Jaya dan Puskesmas Rawa Lumbu.
Secara terpisah, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Sehati, Novan Andri Purwansjah mencatat adanya kecenderungan peningkatan pasien HIV/AIDS di wilayah setempat sebesar 10 persen per tahun.
''Jumlah tersebut hingga kini telah menempatkan Kota Bekasi, pada peringkat ke dua se Jawa Barat, sebagai wilayah penderita HIV/ADIS tertinggi,'' katanya.
Kasus penularan tertinggi diakibatkan oleh pengguna jarum suntik (Penasun) di kalangan anak muda. ''Sebanyak 80 persen, lainnya dampak seks bebas,'' ujarnya.(Antara News/id)



Dokter Umum akan Layani Kehamilan dan Persalinan

Jakarta, Kominfo Newsroom -– Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) akan melatih kembali dokter umum atau dokter keluarga sebagai tenaga medis untuk dapat melayani keluarga berancana (KB), pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan menolong bayi yang baru lahir.
Hal itu dilakukan karena PB IDI merasa prihatin sebab masih sedikit dokter umum yang dapat melayani KB dan membantu persalinan,” kata Ketua Umum PB IDI, Dr. Prijo Sidipratomo, Sp. Rad, pada rapat pendapat umum (RDPU) dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis (4/2).
Ia mengungkapkan, jika hal itu bisa dilaksanakan, maka tidak terlalu lama target The Millennium Development Goals (MDGs) akan tercapai seperti di negara-negara tetangga. Namun hal itu juga terkendala masalah pembiayaan, sehingga membutuhkan bantuan dana dari pemerintah.
Selain itu, Kamis (4/2) ini PB IDI juga melakukan rapat dan inisiasi untuk pendidikan tambahan para dokter praktek umum dengan mengundang beberapa narasumber untuk merealisasikan program tersebut.
Mengenai peran PB IDI dalam pencapaian MDGs terkait tingkat kematian anak, PB IDI telah mendorong pemerintah untuk memberdayakan dokter anak primer atau dokter umum/dokter keluarga dalam target pencapaian MDGs sebagai lini terdepan.
Juga meningkatkan kompetensi dokter umum dalam kasus penyakit pada anak balita dengan menyelenggarakan pelatihan/kursus perinatologi, dan melatih anak sekolah sebagai dokter kecil sehingga bisa menolong keluarganya, ujarnya.
Pada hari bakti dokter tahun lalu, PB IDI juga telah memberikan penghargaan kepada dokter kecil dengan menyelenggarakan suatu perlombaan antar dokter kecil seluruh Indonesia.
Selain itu, PB IDI juga telah memberikan penyuluhan di daerah-daerah untuk mendorong penempatan dokter terutama daerah terpencil, juga meningkatkan kesehatan ibu dengan cara mendorong pemerintah mengeluarkan regulasi pada dokter umum dalam melakukan pelayanan persalinan.
Ia melihat angka kematian ibu melahirkan di DKI Jakarta masih cukup tinggi, walaupun di DKI Jakarta sudah ada sekitar 700 dokter ahli kebidanan, dan juga banyak rumah bersalin dengan para bidannya.
Dari fakta itu dia menyimpulkan bahwa tidak ada dokter praktek umum yang terlibat dalam sistem tersebut. Ia telah melakukan advokasi dan pembicaraan dengan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta supaya dokter umum diberdayakan, sehingga wanita hamil bisa melakukan persalinan dengan bantuan para dokter tersebut.
Pada waktu itu disetujui oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan dinas mendorong segera dilaksanakannya penempatan dokter umum di rumah sakit ibu dan anak maupun rumah bersalin. (T. Gs/id)



Perokok Takkan Dapat Surat Keterangan Miskin

Jakarta, Kominfo Newsroom -– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana tidak akan memberikan pelayanan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK-Gakin) dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) kepada warga ibukota yang diketahui sebagai perokok berat.
Kebijaka n tersebut diambil menyusul naiknya jumlah perokok, khususnya kalangan wanita dan anak-anak. Kondisi tersebut membuat Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo merasa prihatin, dan untuk menekan tingginya jumlah perokok, Pemprov DKI Jakarta harus mengambil langkah-langkah yang lebih konsisten dan tepat sasaran.
Gubernur mengatakan, keluarga yang mendapat layanan JPK Gakin dan SKTM ternyata sebagian besar merupakan perokok berat. Bahkan menurut salah satu survei yang dilakukan, sebanyak 22 persen dari total pengeluaran selama satu bulan keluarga miskin dihabiskan untuk rokok. Dari data itu, banyak LSM yang meminta Pemprov DKI melakukan penelitian terhadap kasus ini.
'''Kita diminta untuk meneliti ini. Padahal mereka menikmati layanan kesehatan gratis dan rokok merupakan beban berat untuk kesehatan,'' kata Gubernur usai membuka Musda II Dharma Wanita Persatuan di gedung Teknis Abdul Muis, DKI Jakarta, Selasa (9/2).
Berpijak dari alasan tersebut, Gubernur akan mengambil kebijakan untuk merumuskan kembali persyaratan pemberian kartu JPK Gakin dan SKTM kepada Gakin.
Keputusan akan diambil dari data-data yang ada, sehingga dapat mengambil rumusan kebijakan berdasarkan azas keberpihakan untuk tidak begitu saja memberikan dukungan bagi perokok berat atau memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga yang membuang potensi pendapatan keluarga untuk kepentingan yang mubazir tersebut.
''Ini bukan berarti dana bagi Gakin akan dicabut. Tapi, saya tidak mau memberikan dana kesehatan gratis bagi perokok berat, itu adil. Saya sedang merumuskan kebijakan baru, miskin atau kaya, kalau merokok tempatnya di luar,'' katanya.
Direktur Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Husna Zahir menyatakan, masih banyak pelanggaran larangan merokok di kawasan dilarang merokok (KDM) di Jakarta, meskipun penertiban dan pengawasan telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta sejak dua tahun terakhir. Pelanggaran terbesar terjadi pada angkutan umum dimana tingkat pelanggaran mencapai 90 persen.
Selain diimbau meningkatkan pengawasan, YLKI juga meminta Pemprov DKI menerapkan sistem reward kepada warga yang mematuhi aturan tersebut. ''Dengan begitu, diharapkan penegakan hukum larangan merokok bisa bersifat reward dan punishment,'' ujarnya.
Sementara itu, data smoking prevelance dari Lembaga Demografi Universitas Indonesia menyebutkan, terjadi peningkatan jumlah perokok aktif di DKI Jakarta. Setiap tahunnya, jumlah perokok aktif naik sekitar satu persen lebih.
Pada tahun 2001, jumlah perokok di Jakarta mencapai 27,7 persen. Angka tersebut meningkat menjadi 31,2 persen pada tahun 2004. Dari jumlah itu, terjadi peningkatan jumlah perokok berjenis kelamin perempuan. Kemudian angka itu naik kembali di tahun 2008 menjadi 35 persen dari jumlah penduduk sebanyak 9,057 juta jiwa dan jumlah perokok perempuan mencapai 8 persen dari total jumlah perokok aktif.
Dari hasil penelitian lembaga tersebut juga terungkap, dari 25 jenis pengeluaran rumah tangga, justru pengeluaran untuk rokok menduduki urutan kedua teratas setelah beras yang menduduki posisi pertama.
Empat dari sepuluh rumah tangga miskin ternyata memiliki pengeluaran untuk rokok terbanyak dari pengeluaran rumah tangga kategori kaya. Persentasenya, rumah tangga miskin tersebut membelanjakan pengeluaran untuk membeli rokok mencapai 12,4 persen per bulan lebih besar dibandingkan rumah tangga kaya yang hanya mengeluarkan 8 persen untuk rokok.
Dengan pengeluaran sebesar 12,4 persen, hal itu setara dengan membeli sebanyak 15 kali daging satu kilogram, delapan kali biaya sekolah, enam kali biaya kesehatan, lima kali telur dan susu serta dua kali ikan.
Adapun rata-rata jumlah pengeluaran rumah tangga perokok sekitar Rp 113.000 per bulan yang ditujukan untuk menikmati rokok. Pengeluaran ini lebih tinggi dari dana bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan pemerintah untuk mensubsidi rumah tangga miskin sebesar Rp 100.000 per bulan. (beritajakarta.com/toeb)



Supir Angkot dan Pembantu Rumah Tangga Masuk Jamkesmas

Jakarta, Kominfo Newsroom -– Kementerian Kesehatan RI mengusulkan penambahan sebanyak 17 juta warga tidak mampu yang selama ini belum terjangkau oleh pelayanan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) dengan alokasi anggaran sekitar Rp 1,2 triliun.
''Seba nyak 17 juta orang itu ditujukan bagi warga yang tidak mampu, misalnya pengemudi, pengemudi angkutan kota, atau pembantu rumah tangga yang selama ini tidak terjangkau jamkesmas. Mereka memang tidak menerima kartu, namun ketika sakit akan dilayani seperti penerima jamkesmas,'' kata Kepala Pusat Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan, Kemkes RI, Usman Sumantri kepada pers di Jakarta, Rabu (10/2).
Menurutnya, persoalan jamkesmas saat ini berkutat pada persoalan belum tepatnya sasaran peserta, untuk itu, pada tahun 2010 pihaknya akan melakukan updating kepesertaan jamkesmas.
Sedangkan mengenai pelayanan, katanya, seharusnya dilakukan sesuai dengan kebutuhan dasar medis, baik di rumah sakit milik pemerintah maupun rumah sakit swasta yang dilibatkan dan telah bersedia untuk bekerja sama.
Ia menyebutkan juga bahwa untuk tahun 2010, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 5,1 triliun untuk membiayai pelayanan kesehatan bagi 76,4 juta penduduk miskin dan hampir miskin peserta jamkesmas.
''Dana awalnya akan dikucurkan ke 954 rumah sakit bulan Februari ini. Dana awal pelayanan jamkesmas itu dihitung berdasarkan rata-rata kebutuhan biaya pelayanan pasien jamkesmas per bulan,'' katanya.
Usman Sumantri mengingatkan agar pengelola rumah sakit mempertanggungjawabkan peluncuran dana tersebut dengan melaporkan penggunaan dana berdasarkan standar baku tarif pelayanan rumah sakit dalam bentuk paket yang disusun berdasarkan diagnosis penyakit, kelas perawatan dan tipe rumah sakit (Indonesia Diagnosis Related Groups/INA-DRG). (T.Jul/ysoel)



Kemendiknas Kucurkan Lagi Rp 10 Miliar untuk Kantin Sehat

Jakarta, Kominfo Newsroom - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyediakan dana sekitar Rp10 miliar untuk membantu pembangunan kantin sehat di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menegah atas (SMA) di seluruh Indonesia.
''Ta hun lalu dananya Rp 10 miliar, tahun ini hampir sama,'' kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional Dodi Nandhika pada acara penandatanganan MoU tentang pembinaan keamanan pangan jajanan anak sekolah antara Kemendiknas dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Jakarta, Kamis,(11/2).
Dalam penandatanganan MoU tersebut, Kementerian Pendidikan Nasional diwakili Sekjen Kemendiknas Dodi Nandika, sedangkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang diwakili Deputi Bidang Pengawasan Produk Trapetik dan Napza Badan POM Lucky S Slamet.
Menurut Dodi, pemerintah memberikan bantuan untuk sekitar 300 sekolah dan setiap sekolah yang terpilih akan mendapatkan bantuan dana Rp 30 juta untuk membangun kantin sehat. ''Nanti akan ada sosialisasi dan penjelasan mengenai kantin yang sehat, pentingnya ketersediaan air, dan hal lain,'' katanya.
Sementara itu Lucky S. Slamet, mengatakan, di setiap kabupaten/kota akan dipilih lima sekolah yang terdiri atas tiga SD, satu SMP dan satu SMA. ''Dinas Kesehatan setempat yang menetapkannya,'' kata Lucky .
Selain membantu pembangunan fisik kantin sekolah, Kementerian Pendidikan Nasional bersama dengan BPOM juga melakukan pembinaan kepada pengelola kantin sekolah dan pedagang makanan di lingkungan sekolah, selain secara berkala juga akan memeriksa keamanan pangan jajanan sekolah dengan mobil pemeriksaan keliling.
Program kantin sehat sudah dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional dan BPOM pada 2009. Tahun lalu mencakup 288 sekolah di 33 provinsi.
Program tersebut dijalankan karena menurut hasil pemeriksaan sampel jajanan anak BPOM 2007, sekitar 45 persen pangan jajanan yang dijual di sekolah tidak aman karena mengandung bahan kimia berbahaya, bahan tambahan pangan melebihi batas aman dan cemaran mikroba.
Kondisi ini akan berdampak terhadap kesehatan dan vitalitas siswa mengingat 30 persen energi harian siswa berasal dari pangan jajanan di sekolah.
Program kantin sehat sekolah telah terbukti dapat menurunkan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pewarna tekstil rhodamin B dan methanil yellow, boraks dan formalin secara signifikan dalam pengolahan pangan jajajan anak di sekolah. Dalam satu tahun terakhir turun 78 persen. (T.Ad/toeb)



PMI akan Bangun 3.000 Outlet Darah

Jakarta, Kominfo Newsroom -– Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) HM Jusuf Kalla berencana membangun 3.000 outlet di Indonesia untuk menggenjot pengadaan darah. Sebanyak 3.000 outlet yang akan didirikan itu tersebar di tempat keramaian, seperti mal dan kampus.
''Tahun ini kami buat 100 outlet di seluruh Indonesia, dan 25 outlet di kampus yang memiliki jumlah mahasiswa di atas 25 ribu orang,'' kata Jusuf Kalla saat RDP dengan Komisi IX DPR RI, Jakarta, Kamis (18/2).
Dikemukakan, dengan keberadaan outlet di 100 mal dan 25 outlet di kampus, katanya, PMI akan mengharapkan dapat memperoleh sedikitnya satu juta kantong darah.
''Tentu ini membutuhkan investasi besar karena satu gerai mencapai Rp 500 juta,'' paparnya.
Dikem ukakan, selain membuat outlet PMI, PMI juga berencana membuat kantong darah sendiri, pasalnya selama ini PMI justru mengimpor kantong darah itu dari negara tetangga.
''Kami akan membuat kantong darah sendiri karena teknologinya tidak terlalu sulit,'' katanya.
Menurut masntan Wapres RI itu, PMI juga akan meningkatkan kualitas pelayanan mengenai pengiriman darah. Rumah sakit, katanya, akan dikirim kantong darah untuk stok selama dua hari.
''Setiap rumah sakit besar akan memiliki bank darah yang akan diisi oleh PMI setiap hari,'' katanya, dan menambahkan bahwa PMI menargetkan empat juta kantong darah per tahun. (T.wd/ysoel)



Bandung Gratiskan Biaya Bersalin di Puskesmas

Bandung, Kominfo Newsroom -– Pemerintah Kabupaten Bandung membebaskan biaya perawatan bagi warga yang berobat di puskesmas asalkan menunjukkan KTP atau kartu keluarga (KK), bahkan Pemkab juga membebaskan biaya persalinan anak pertama yang dilayani puskesmas maupun bidan desa.
''Warga Kabupaten Bandung bisa berobat gratis di puskesmas asal menunjukkan KTP atau KK. Aturan ini berlaku sejak 10 November 2009 lalu,'' kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Bandung dr. H. Ahmad Kustijadi, M.Epid. di Lapangan Upakarti, Kab. Bandung, Rabu (17/3).
Selama ini warga membayar Rp 2.000 ketika mendaftar di puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan. Pelayanan kesehatan dasar sekarang digratiskan, termasuk pemeriksaan dan pengobatan gigi.
Aturan tersebut sudah disosialisasikan ke aparat kecamatan agar diketahui masyarakat karena sudah tercantum dalam peraturan daerah.
Selain itu, pemkab juga menanggung biaya persalinan normal untuk kelahiran anak pertama yang dilakukan di puskesmas maupun bidan desa. Biaya persalinan ditanggung Rp 150.000 dari APBD Kab. Bandung.
Sementara kalau ada persalinan dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan operasi di rumah sakit, bidan desa bisa merujuk ke rumah sakit dengan fasilitas program Keluarga Miskin Daerah (Gakinda).
Aturan pembebasan biaya pelayanan kesehatan dasar tersebut masih belum banyak diketahui warga. Puskesmas Soreang memiliki dua loket, yakni loket umum dan loket Jamkesmas atau Gakinda. Sebagian besar warga mendaftar ke loket umum dengan membayar uang pendaftaran Rp2.000.
Apabila aturan itu berlaku sejak 10 November 2009 lalu, kata Yeti warga Desa Ciluncat, Kec. Cangkuang, seharusnya loket-loket di puskesmas tidak boleh ada pembedaan. Puskesmas juga harus menempel pengumuman mengenai pelayanan gratis itu asalkan warga menunjukkan KTP atau KK Kab. Bandung. (bandungkab.go.id/toeb)



Komnas Flu Burung Diganti Komnas Zoonosis

Jakarta, Kominfo Newsroom -- Pemerintah sepakat untuk segera membentuk komisi nasional Zoonosis sebagai pengganti Komnas Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) yang masa tugasnya telah berakhir pada 13 Maret 2010 lalu.
''Semua Kementrian telah sepakat untuk meneruskan Komnas Pengendalian Flu Burung dengan melakukan perubahan menjadi Komnas Zoonosis (Penyakit yang bersumber dari hewan), hasil dari kesepakatan ini akan diserahkan ke Presiden secepatnya,'' kata Menkokesra, Agung Laksono usai rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Jakarta, Selasa (23/3).
Menurutnya, Komnas ini sifatnya permanen yang akan ditetapkan dengan Peraturan Presiden, serta tidak ada batasan waktu masa bertugasnya, sementara tugas komnas zoonosis akan lebih difokuskan pada upaya pencegahan penyakit yang bersumber dari hewan, terutama pada tahap tanggap daruratnya, koordinasi lintas sektor, pengendalian, promosi juga sosialisasi.
Kemudian untuk tindak lanjutnya, kata dia, akan dijalankan oleh kementrian anggota seperti Kementrian Kesehatan, Kementrian Pertanian, kementrian Perhubungan, Kementrian Pendidikan dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan juga Polri yang diketuai oleh Menkokesra.
''Dalam periode tanggap darurat komnas ini akan bergerak bukan hanya pada pengendalian wabah saja tetapi juga pada fungsi pencegahan, sosialisasi dan promosi, yang juga bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pertanian,'' kata Agung.
Selain itu Menkokesra menilai, Komnas FBPI telah menjalankan tugasnya dengan baik, karena berhasil menurunkan penularan antar unggas dari 600.000 menjadi hanya sekitar 50.000, yang kesemuanya tidak terlepas dari kerjasama dengan kementrian terkait juga lintas sektor.
''Keadaan flu burung sudah aman, karena di beberapa provinsi sudah bebas flu burung seperti di kalimantan Barat,'' katanya.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan, penyakit yang bersumber dari hewan tidak bisa dihilangkan karena selalu ada disekitar kita, seperti H1N1, H5N1, anthrax dan rabies untuk itu diperlukan tindakan cepat guna menangani penyakit menular bersumber hewan ini supaya tidak berkembang menjadi wabah.
Dijelaskannya, penyakit ini bisa muncul kembali kapan saja, sekitar 70 persen penyakit menular di dunia berpotensi wabah, yang muncul bukan dari penyakit baru melainkan dari penyakit Re-emerging desease yang bersumber dari hewan. Untuk itu masyarakat tidak boleh lalai akan hal tersebut.
''Penyakit bersumber hewan ini tidak bisa dihilangkan, meski kasusnya sudah tidak ada saat ini tetapi kemungkinan dapat merebak kembali bukan hanya di Indonesia tetapi juga diseluruh dunia, maka disebutlah sebagai Reemerging Desease,'' katanya.
Untuk itu, kata dia, pencegahan dan pengendalian merupakan kunci utama tugas komnas zoonosis nantinya, diantaranya dengan memberikan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyakit zoonosis ini, guna mencegah terus berkembangnya penyakit tersebut.
''Komnas zoonosis akan menangani kedua hal itu antara lain, terus melakukan komunikasi dan edukasi pada masyarakat mengenai penyakit yang bersumber hewan ini, serta mampu melakukan pelacakan serta respon cepat sehingga tidak sampai menjadi pandemik,'' ujarnya.
Kementrian Kesehatan menyebutkan, ada bebearapa penyakit bersumber hewan yang perlu diwaspadai diantaranya, rabies, antraks, pes, juga leptospirosis, yang dampaknya tidak melulu pada kesehatan dan kematian saja, tetapi juga berdampak sosial dan ekonomi.
Seperti kasus flu burung dan rabies di Karo dan Bali yang menyebabkan turunnya jumlah wisatawan serta menurunnya ekspor sayuran dari Karo sampai 40% karena masyarakat enggan mengkonsumsi karena khawatir terkontaminasi virus.



UGM luncurkan website kesehatan

Senin, 26/04/2010 16:08:11 WIB
Oleh: Rahmayulis Saleh
JAKARTA (Bisnis.com): Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan (PMPK) Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, meluncurkan website www.kebijakankesehatanindonesia.net, sebagai forum informal kebijakan kesehatan Indonesia.

Website ini merupakan sarana jaringan informal untuk membahas hasil penelitian, guna memengaruhi pengambilan kebijakan kesehatan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. "Berbagai masukan kebijakan yang terpilih akan diproses dalam bentuk catatan kebijakan, untuk dikirmkan dan dikomunikasikan ke berbagai pihak yang berwenang," kata Prof. Laksono Trisnantoro, Direktur PMPK UGM, hari ini di sela-sela peuncuran website tersebut di Hotel Sultan Jakarta.

Dia menuturkan website kesehatan ini tidak hanya mencari solusi, tapi juga untuk membangun dukungan politik dari berbagai pihak yang berpengaruh dalam penetapan kebijakan kesehatan. "Jaringan informal ini diharapkan terdiri atas pengambil kebijakan di tingkat pusat, proivinsi dan kebupaten/kota, anggot DPR dan DPRD, penyedia layanan kesehatan, media, pengajar, dan peneliti, serta penyandang dana," ujar Laksono, penanggung jawab wibesite tersebut.

Menurut dia, laman website ini didasari oleh prinsip keputusan publik dalam kesehatan masyarakat, dihasilkan dari pengetahuan terbaik yang ada. Saat ini, menyajikan lima besar kebijakan kesehatan, yaitu kebijakan SDM, kesehatan ibu dan anak, obat dan perbekalan, pembiayaan kesehatan, dan kebijakan pengendalian tembakau.

Selain itu, katanya, website dengan investasi Rp100 juta berkat bantuan Bank Dunia itu, juga bisa untuk melihat tema-tema penelitian yang sudah dilakukan oleh berbagai universitas, pemerintah, lembaga swasta dan luar negeri, serta mengunduh artikel, buku, hal seminar, program dan regulasi terkait.(msb)



Seratus Ibu Menyusui Serentak di Gedung Sate


REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Sebanyak 100 orang ibu rumah tangga, melakukan kegiatan menyusui serentak, dalam acara Peresmian Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Barat, di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Sabtu (5/6).
"Sejumlah 100 ibu yang akan berpartisipasi pada acara Menyusui Serentak ini sebagai besar adalah anggota milis asiforbaby (AFB) yang berdomisili di Jabar," kata Ketua Panitia Peresmina AIMI Jabar, Dede Gemayuni.

Penderian AIMI Jabar ini, kata Dede, bertujuan agar dapat meningkatkan angka ibu menyusui dan bayi yang mendapatkan ASI dengan cara melakukan kegiatan kampanye-kampanye dan edukasi ASI maupun konseling menyusui.

"Tidak hanya itu, AIMI Jabar juga berperan sebagai kelompok pendukung ibu menyusui atau mother support group yang berfungsi untuk memotivasi ibu untuk dapat terus menyusui bayinya," kata Dede.

Ia berharap, ke depannya AIMI Jabar yang didukung oleh PKK Provinsi Jabar dan BPPKB Jabar dapat semakin terasa manfaatnya, terutama untuk meningkatkan awareness tentang ASI dan angka ibu menyusui.

Selain menggelar kegiatan "Menyusui Serentak 100 Ibu", peresmian AIMI Jabar juga diisi acara lain seperti Talkshow ASI dan Menyusui dan bazaar keluarga.
Red: Ririn Sjafriani
Sumber: antara



Para Dalang akan Dilatih Soal Keluarga Berencana

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional bekerjasama dengan badan PBB yang menangani kependudukan (UNFPA) melatih dalang dari beberapa provinsi untuk menyukseskan program kesehatan reproduksi (KB, kesehatan ibu, Infeksi Menular Seksual/IMS, HIV/AIDS) dan jender.

Keterangan tertulis BKKBN yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebutkan, pelatihan diikuti 21 dalang dari 10 provinsi di Indonesia sejak tanggal 17 - 19 Juni 2010 dan sebagai penutup akan digelar deklarasi dan pagelaran wayang di Gedung AKA pada 19 Juni 2010.

Kepala BKKBN Sugiri Syarief dalam keterangan tertulis tersebut mengatakan, sampai tahun 2012 secara bertahap akan dilatih sebanyak seribu dalang di 21 provinsi.

Sugiri mengatakan, wayang sebagai kesenian tradisional digemari di wilayah pedesaan. "Pesan-pesan tentang KB atau persoalan reproduksi atau keluarga bisa disisipkan saat 'goro-goro' (sesi humor saat pertunjukan wayang)," katanya.

Sugiri menambahkan, dalam menyampaikan program kependudukan dan reproduksi, BKKBN menggunakan media yang ada agar pesannya lebih sampai. "Kalau untuk masyarakat perkotaan dan umumnya anak muda, kita menggunakan media musik melalui band," jelas Sugiri.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Ekotjipto mengatakan, wayang sebenarnya bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat dari anak-anak, remaja dan kalangan tua dan sangat efektif untuk menyampaikan pesan. "Ada bagian yang menarik dan lucu untuk anak-anak dan pelajaran filosofi hidup untuk orang tua," katanya.  Sementara untuk anak muda, tambah Ekotjipto, durasi pagelaran wayang bisa dibuat singkat antara 30 - 60 menit.

Bahkan, menurut Eko, untuk kalangan multi etnis yang tidak mengerti Bahasa Jawa, wayang bisa disampaikan dalam Bahasa Indonesia. Eko berharap, Pepadi dapat membantu pemerintah khususnya BKKBN untuk menyampaikan pesan terkait KB dan persoalan reproduksi. "Pesan apapun, bisa kita sisipkan di bagian intermezo seperti saat goro-goro," jelasnya.
Red: Siwi Tri Puji.B
Sumber: Ant



Horee! Pemerintah Gratiskan Biaya Melahirkan 2011

 
JAKARTA - Kabar baik bagi para ibu hamil yang akan melahirkan pada 2011. Pemerintah berencana menanggung seluruh biaya persalinan, baik normal hingga caesar.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan program ini dilakukan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak.

Endang menegaskan pemerintah hanya akan menggratiskan biaya persalinan, baik normal maupun caesar, di Puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah Kelas 3 di seluruh Indonesia.

“Kita prioritaskan tahun 2011 akan tanggung seluruh biaya persalinan, tapi untuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas 3 dan Puskesmas,” ungkap Endang di Jakarta, Kamis (19/8/2010).

Program ini juga ditujukan untuk menyukseskan program Keluarga Berencana (KB). Karena itu, Endang menyatakan, pada 2012 pemerintah hanya menggratiskan biaya persalinan untuk dua anak pertama.

“Tetapi 2012 hanya untuk dua anak pertama. Untuk mendukung program KB. Program kesehatan berhasil menurunkan angka kematian, tetapi angka kelahiran meningkat,” ujarnya sambil menambahkan pihaknya belum mengetahui berapa anggaran dana yang akan dialokasikan.



Obat Tradisional Untuk Menghilangkan Kutil

Sebenarnya Blog Tips Kesehatan pernah menuliskan artikel tentang cara menghilangkan kutil tahun lalu  tapi tidak ada salahnya juga untuk menambahkan obat tradisional untuk menghilangkan kutil kembali, sehingga bisa jadi alternatif ramuan bagi anda yang punya masalah dengan kutil (dipilih obat kutil mana yang paling ampuh).

Untuk artikel kali ini  saya khususkan hanya untuk mengobati kutil, bukan untuk cara menghilangkan tahi lalat.

Sebelum menuju pembahasan mengenai cara menghilangkan kutil, mari kita simak dulu mengenai apa itu kutil? Penyebab kutil, Ciri-Ciri kutil, dll.

Menurut
wikipedia.org, Kutil (Papilloma) adalah benjolan atau peninggian yang kasar pada kulit. Kutil sebenarnya sejenis tumor jinak pada kulit, berasal dari penebalan lapisan luar kulit yang berlebihan. Bentuk kutil ini bisa bermacam-macam. Bisa besar-besar atau bisa juga kecil-kecil. Biasanya memang kalau dipegang tidak sakit, dan kalau sudah sangat besar, bisa saja berdarah kalau lecet. Bila sudah besar biasanya bentuknya seperti bunga kol.

Kutil disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini memang menyerang kulit dan salah satu jenis penyakitnya yaitu menimbulkan kutil kecil-kecil di telapak tangan.

Nah, untuk mengatasi kutil, silakan disimak obat tradisional untuk menghilangkan kutil berikut:

Obat Untuk Menghilangkan Kutil (Untuk Obat Luar)

Bahan:
- Daun Dewa (5 lembar) [Belum tahu

Pemakaian:
Haluskan 5 lembar daun dewa dan lumurkan pada kulit yang berkutil, kemudian dibalut.

Obat Untuk Menghilangkan Kutil (Untuk Diminum)

Bahan:
-Biji Jali kering (15-60 gram)
-Air (6 gelas)

Pemakaian:
Rebus biji jali kering dalam 6 gelas air, hingga menjadi 2 gelas. Setelah dingin, minum air ramuan tersebut 2 kali sehari (masing-masing 1 gelas).

Bagaimana obat untuk menghilangkan kutil secara alami diatas? Selain bahan-bahannya mudah ditemukan, tentunya yang namanya obat tradisonal tidak mengandung efek samping.

Semoga Obat tradisional untuk menghilangkan kutil tersebut bisa bermanfaat bagi anda!



Selasa, 19 Oktober 2010

Posisi Hubungan Seks Yang Terbaik Selama kehamilan Oleh suririnah Kamis, 04-Nopember-2004, 08:38:58


Bila anda hamil bukan berarti anda tidak dapat melakukan hubungan seks lagi. Anda tetap dapat melakukan hubungan suami isteri selama anda hamil sembilan bulan kecuali tentu saja jika ada alasan secara medis dan atas saran dari dokter anda untuk tidak melakukan hubungan seks.

Tetapi pada saat kehamilan sudh semakin membesar makaa perut andapun akan semakin besar dan saat itu anda perlu melakukan dan mencari posisi seks yang nyaman buat anda saat melakukan hubungan seks ini.

BEBERAPA POSISI HUBUNGAN SEKS TERBAIK SELAMA KEHAMILAN:

• Posisi wanita diatas. Posisi ini yang paling nyaman untuk banyak ibu hamil terutama karena wanita hamil dapat mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi duduk. Posisi ini biasanya pada kehamilan pertengahan atau lanjut dimana tidak memerlukan banyak gerakan. Pria duduk dan wanita duduk diatasnya saling berhadapan atau membelakangi yang pria bila perut sudah sangat besar. Posisi ini juga memungkinkan wanita untuk mengontrol kedalaman penetrasi.

• Posisi laki-laki diatas tetapi berbaring hanya separuh tubuh.

• Posisi berlutut atau berdiri.

Yang paling penting dari semua posisi seks selama kehamilan ini adalah jangan meletakkan berat badan anda ke perut ibu hamil selama hubungan seksual atau batasilah tekanan diperut ibu hamil.

Yang tetap harus anda ingat, bahwa hubungan seksual dapat menjdi salah satu bagian penting dalam pernyataan perasaan kasih saying, rasa aman dan tenang, kebersamaan, kedekatan perasaan dalam hubungan suami isteri. Tetapi jangan menjadikan hubungan seks memegang peranan paling berkuasa dalam keselarasan hubungan suami isteri. Anda tetap dapat menyatakan perasaan kasih sayang dengan saling bertukar pikiran (komunikasi), berpelukan, ciuman, ataupun pijatan tanpa harus melakukan hubungan seksual. Yang terpenting mencoba untuk saling mengerti keinginan pasangan.

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com