JAKARTA- Kemacetan di Jakarta memang tak bisa dielakkan. Banyak pendapat terlontar tentang penyebab kemacetan itu. Namun tampaknya ada satu fakta yang memang berpengaruh besar terhadap kemacetan itu.
Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Perhubungan, khusus untuk Jakarta jumlah kendaraan setiap harinya bertambah 1.172 kendaraan dengan estimasi 186 mobil dan 986 motor. Wow!
Jumlah itu belum termasuk kendaraan milik warga di sekitar Jakarta seperti Depok, Tangerang, dan Bekasi yang sehari-hari berkantor di Ibukota. Di mana pertambahan kendaraan warga yang “eksodus” itu mencapai angka 2.249 kendaraan per hari. 288 untuk mobil dan 1.960 motor. Fantastis bukan?
Melihat angka di atas, diperkirakan pada 2014 Jakarta akan macet total karena jumlah kendaraan sama dengan luas jalan.
Bahkan pendapat lebih ekstrem datang dari Ketua Komisi Organisasi Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Ririn Sefsani. Menurutnya, tak perlu menunggu 2014 sebab pada 2011 Jakarta sudah macet total!.
Sekadar memberi gambaran, Jakarta memiliki panjang jalan 7.650 km, dengan luas jalan 40,1 km2 (6,2 persen dari luas wilayah DKI Jakarta). Setiap tahunnya, pertumbuhan panjang jalan hanya ±0,01%. Ini tak sebanding dengan pertambahan kendaraan -khusus Jakarta- 1.172 per hari. Pantas, kalau Jakarta kerap dilanda macet.
Setelah berbicara soal penyebab macet yang jelas-jelas merugikan baik dari segi waktu maupun biaya, tak lengkap rasanya bila tidak diiringi hitung menghitung kerugian dalam bentuk angka.
Dinas perhubungan menaksir kerugian yang diderita akibat kemacetan. Yakni pemborosan biaya operasional kendaraan mencapai Rp17,2 triliun per tahun dan pemborosan energi (BBM) senilai Rp10 triliun per tahun.(ful)
0 komentar:
Posting Komentar